Contoh Teks Anekdot Lengkap Terbaru

July 3, 2017

Contoh Teks Anekdot Lengkap Terbaru –┬áContoh Teks Anekdot Mengenai Hukum Peradilan
Mungkin anda telah memahami mengenai apa itu teks anekdot. Namun anda belum terlalu memahami cara pembuatan teks anekdot tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak contoh teks anekdot dibawah ini. Kali ini saya akan membahas mengenai teks anekdot mengenai hukum peradilan. Teks anekdot memang tidak terlalu populer dari pada pantun atau puisi. Teks anekdot ini memiliki ciri khas yang menghibur, memiiki pendapat yang bersifat nyata, tegas, serta dapat digunakan dapalam mengkritik seseorang atau organisasi tertentu.

Salah satu contoh teks anekdot yang cukup populer ialah contoh tekas ankedot mengenai hukum peradilan. Berikut contoh anekdot hukum peradilan dapat anda simak dibawah ini :

Dalam sebuah wilayah terdapta seorang tukang becak yang memiliki sifat tekun dalam bekerja. Tukang becak tersebut rajin berdagang kepasar setiap pagi dengan membawa barang dagangannya menuju pasar. Namun saat pagi selanjutnya tukang becak tersebut melewat tempat yang tidak biasa ia lewati yaitu melewati sebuah jembatan dengan kayu yang rapuh pada bagian jembatan itu. Karena kayu yang menopang jembatan tersebut rapuh maka tidak dapat menumpu tukang becak tersebut. Pada akhirnya tukang becak itu terjatuh beserta becak dan barang dagangannya. Barang dagangan yang hendak ia bawa kemudian hanyut oleh air. Dengan kejadian tersebut kemudian tukang becak tersebut mengadukan kejadian itu kepada pihak pengadilan agar dapat mengadili pembuat jembatan tersebut karena jembatannya rapuh. Pengaduan tersebut bertujuan agar pembuat jembatan dapat mengganti kerugian yang telah dialami oleh tukang becak tersebut.

Dikarenakan jaman dahulu belum ada polisi serta pihak berwajib maka kejadian tersebut langsung diadukan kepada hakim. Saat itu hakim mengabulkan tukang becak untuk mengadili pembuat jembatan. Pembuat jembatan kemudian protes dan membela diri bahwa jembatan tersebut dibuat berdasarkan kayu yang telah disediakan tukang kayu. Tukang kayu tersebut kemudian dipanggil oleh hakim. Namun saat itu tukang kayu masih bingung mengapa ia dipanggil kepengadialn. Hakim menjelaskan bahwa tukang kayu memiliki kesalahan yang cukup besar karena beliau telah menyediakan kayu yang rapuh serta jelek dan berakibat buruk terhada seseorang.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *