Bisnis Suplier Kayu Balken Sengon untuk Barecore Banyak Dilirik

August 8, 2017

Bisnis Suplier Kayu Balken Sengon untuk Barecore Banyak Dilirik
LAMPUNG – Peluang bisnis suplier kayu belken sengon atau albasia mulai dilirik oleh warga di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Meski usaha ini sudah lama ada di Lampung Selatan namun karena permintaan yang semakin meningkat pemilik usaha usaha suplier kayu balken dari sengon semakin banyak yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Banyaknya manfaat dan kegunaan kayu sengon/albasi di dalam perindustrian kayu membuat beberapa pemilik modal mulai menekuni usaha ini. Harga log atau gelondong kayu sengon/albasia terbukti dianggap sebagai peluang terutama bagi salah satu warga di Pasuruan Kecamatan Penengahan bernama Suprus Putra Cp. “Potensi tanaman kayu sengon masih banyak di sini dan permintaan dari Pulau Jawa terutama untuk industri kayu di pabrik barecore atau playwood masih terbuka lebar,”ungkap Surprus saat ditemui di panglong miliknya di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Senin (22/6/2015). Ia mengungkapkan permintaan akan log atau kayu gelondongan dari jenis kayu sengon masih tinggi, bahkan ia mengaku dalam seminggu terkadang bisa mengirim sebanyak 2 truk fuso bermuatan sekitar 35 kubik kayu log jual bibit sengon solomon.

“Kayu kita peroleh dari wilayah kecamatan di sekitar sini dan bahkan dari kabupaten lain di Provinsi Lampung yang kita beli dari petani penanam kayu sengon,”terang laki laki yang tinggal di Kemiling Bandarlampung tersebut. Laki laki yang awalnya menekuni usaha pemasangan rangka baja tersebut mengaku mulai menekuni usaha log kayu sengon setelah melihat permintaan dari pabrik di wilayah Wonosobo Jawa Tengah masih tinggi. Ia mengaku membeli kayu tersebut dari para petani berdasarkan ukuran diameter yang dibeli perkubik dari kisaran 1 juta hingga 100 juta sesuai borongan.

Saat ini dari data yang diperoleh media CND, harga log/gelondong kayu sengon/albasia berdasarkan ukuran panjang dan diamter memiliki harga yang berbeda beda. Permintaan pabrik untuk kayu gelondongan kayu sengon dari kisaran harga Rp800.000,- per meter kubik untuk ukuran panjang mulai 103cm dengan diamter 20-24 hingga panjang 300 cm dengan diameter 50-59 dengan harga mencapai Rp1.085.000,- per meter kubik.

Namun secara khusus, Surprus saat ini melakukan pengiriman ke pabrik pembuatan barcore/playwood di Wonosobo Jawa Tengah untuk kayu log sengon ukuran panjang 130 centimeter dengan diameter berbeda dengabn kisaran harga Rp900.000,- per meter kubik. “Saat ini rekanan saya di Wonosobo masih meminta saya untuk menyuplai kayu jenis sengon ini dan saya masih terus mencari tambahan untuk memenuhi jumlah yang harus saya kirim,”ujar Surprus. Kayu kayu log tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan ukuran.

Jika memenuhi ukuran maka akan dikirim menggunakan fuso dengan upah satu truk bisa mencapai Rp7juta diangkut dari Lampung menuju Wonosobo Jawa Tengah. Kayu kayu sisa log yang termasuk berkualitas kurang baik menurut standar pabrik selanjutnya akan diolah sendiri di panglong miliknya. Kayu kayu log tersebut diolah menjadi balken menggunakan mesin potong serkel yang akan digunakan untuk furniture sesuai dengan permintaan pabrik. Surprus merupakan salah satu dari warga yang menekuni

usaha pengumpulan log kayu sengon/albasia. Dari pantauan CND di beberapa kecamatan di Lampung Selatan pun terlihat mulai banyak usaha sejenis. Beberapa truk bermuatan kayu balken bahkan yang masih berbentuk log kayu sengon terlihat banyak di sepanjang Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera. Usaha usaha tersebut diantaranya dijalankan oleh Hamdani, warga Desa Ketapang Kecamatan Ketapang. Ia mengaku menekuni usaha tersebut setelah menjadi karyawan salah satu panglong di Jakarta. Peluang kayu sengon yang tumbuh dengan baik di wilayah Lampung Selatan dimanfaatkan laki laki tersebut untuk memulai bisnisnya.

“Daerah Ketapang memiliki kontur tanah padas dan juga cocok untuk tanaman jenis sengon sehingga selain warga banyak yang menanam saya memiliki kebun sendiri untuk budidaya,”ujar Hamdani. Selain memiliki mesin serkel(mesin potong) untuk pemotongan log kayu dan pengolahan kayu balken. Hamdani juga menggunakan sisa sisa kayu tersebut untuk pembuatan palet. Palet palet tersebut digunakan untuk kotak tempat telor, gula merah, gula pasir serta makanan lain. “Saya berusaha melakukan usaha yang masih sejenis sehingga kayu yang sisa gergajian masih bisa dimanfaatkan,”ungkap Hamdani. Tak hanya kayu bahkan sisa limbah gergajian dimanfaatkan untuk bahan bakar pembakaran batu bata. Limbah limbah serbuk gergajian tersebut dijuak dengan harga Rp5.000,- per karung. Harga kayu jenis sengon yang tak mengalami penurunan harga maupun kenaikan harag cukup drastis membuat usaha tersebut ditekuni oleh warga di Lampung. Para pemilik modal masih melihat peluang bisnis disamping tanaman sengon yang masih banyak di Lampung Selatan.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *